Banyak orang mengenal Yogyakarta melalui bangunan Joglo yang megah, namun sebenarnya rumah adat Yogyakarta bukan cuma Joglo saja, masih banyak rumah-rumah yang menarik.
Ragam arsitektur tradisional khas Yogyakarta ini menunjukkan bagaimana masyarakat Jawa memebangun hunian berdasarkan fungsi, status sosial, hingga filosofi hidup.
Setiap bentuk bangunannya memiliki karakter khas yang membuat budaya arsitektur Yogyakarta semakin menarik.
Pada artikel ini kami akan membahas apa saja nama rumah adat Yogyakarta selain Joglo secara lengkap. Kami juga akan membahas mengenai keunikan, karakteristik, hingga filosofi pembuatan rumah adat tersebut dari sisi budaya dan adat-istiadat.
Mau tau nama rumah adat sunda? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.
Daftar Nama Rumah Adat Yogyakarta Lengkap
Tanpa banyak bicara ini itu lagi, yuk kita langsung simak pembahasan di bawah ini mengenai daftar nama rumah adat Yogyakarta secara lengkap.
1. Bangsal Kencono

Bangsal Kencono adalah bangunan adat bergaya terbuka yang biasanya ada di kompleks keraton. Ciri khas rumah adat ini berwarna hitam atau hijau gelap pada umpak batu yang juga berwarna hitam keemasan, lantainya lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar dan terbuat dari marmer atau granit.
2. Limasan

Rumah Limasan dikenal karena memiliki atap empat sisi yang kokoh dan meruncing, menjadikannya salah satu bangunan paling stabil di arsitektur Jawa. Di rumah ini juga ada kamar atau senthong, ada senthong tengen (kanan), senthong kiwa (kiri), dan senthong tengah.
3. Rumah Adat Kampung
Rumah adat berikutnya ada rumah adat kampung, rumah ini memiliki desain yang natural dan membuatnya terlihat hangat bagi keluarga yang menempatinya. Bagian atapnya terletak pada 12 sisi atas rumah dengan adanya satu bubungan, bagian kiri dan kanan atapnya disebut tutup keyong.
4. Panggang Pe
Berikutnya ada Panggang Pe, rumah tradisional berukuran kecil dan hanya ada satu ruangan di dalamnya, biasanya digunakan untuk menyimpan hasil panen. Bentuk rumahnya persegi atau persegi panjang, dan pada bagian atapnya terdiri dari satu bagian yang dibuat miring.
5. Joglo

Terakhir ada Joglo, rumah adat yang memiliki bentuk atap tumpang dengan 4 tiang bernama saka guru sebagai penopangnya. Bangunan ini memiliki ukuran yang besar meski tak sebesar Bangsal Kencono, dan secara umum memiliki bentuk seperti bujur sangkar.
Rumah adat Yogyakarta ini memiliki 3 bagian utama, yakni ruang pertemuan atau disebut pendapa, bagian kedua atau ruang tengah untuk melakukan pementasan wayang yang disebut pringgitan, dan bagian ketiga atau paling belakang dikenal sebagai omah njero atau dalem.
Mau tau sejarah tentang rumah adat joglo? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.
Ciptakan Nuansa Hunian Tradisional Ala Rumah Adat dengan Mevvah Wall Panel
Menghadirkan suasana tradisional seperti di rumah adat Yogyakarta juga bisa Anda lakukan pada hunian modern. Salah satu caranya ialah menggunakan hiasan dinding dari Mevvah wall panel bermotif kayu untuk meniru kehangatan tampilan materialnya.
Mevvah wall panel menghadirkan panel dinding tempel bermotif kayu-kayu vertikal serta motif panel dinding 3D motif kayu yang bisa mengubah suasana dinding rumah Anda yang awalnya tampak polos menjadi lebih natural, hangat, dan klasik layaknya rumah adat.
Produk panel dinding dari Mevvah juga dirancang dengan material premium yang tahan terhadap goresan, benturan, serta tidak mudah berjamur atau lembab. Jadi, perawatannya pun sangat praktis, keindahannya bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Dengan material premium dan ketahanan terhadap jamur serta benturan, Mevvah Wall Panel menjadi pilihan elegan untuk berbagai tipe ruangan. Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut, hubungi kami di WhatsApp untuk katalog dan daftar harga yang tersedia.
