Pulau Bali tidak hanya terkenal karena destinasi wisata alamnya yang menakjubkan. Melainkan arsitektur dari rumah adat Bali pun kian menjadi sorotan.
Setiap bangunan di Bali memiliki arsitektur yang khas, berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia. Karakteristik arsitektur rumah di Bali masih dijaga oleh warga setempat sejak jaman dulu hingga saat ini.
Keunikan Arsitektur Rumah Adat Bali
Jika kita melihat secara detail, arsitektur rumah adat Bali memiliki keunikan karena seluruh bangunannya dibuat berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yakni keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Setiap bagian rumah memiliki konsep spiritual tertentu.
Keunikan lainnya juga terlihat dari sistem penataan ruang yang mengikuti prinsip Asta Kosala Kosali, yakni pedoman arsitektur tradisional untuk mengatur ukuran, posisi, dan orientasi bangunan berdasarkan status sosial serta kebutuhan masing-masing penghuni.
Mau lihat contoh gambar rumah kampung sederhana tapi cantik? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.
Nama-nama Rumah Adat Bali
Masing-masing ruangan di dalam rumah adat Bali memiliki penamaan yang berbeda, dan digunakan untuk kebutuhan yang berbeda pula, di antaranya yaitu:
1. Angkul-angkul
Angkul-angkul adalah gapura yang letaknya ada di depan, berguna untuk menyambut tamu ketika datang ke rumah tradisional Bali.
2. Aling-aling
Ini adalah bangunan dari rumah adat Bali yang berguna sebagai pembatas pekarangan dan angkul-angkul.
3. Bale Gede
Digunakan untuk tempat upacara adat, membakar sesaji, atau jamuan makan para anggota keluarga.
4. Bale Manten
Digunakan untuk kepala keluarga dan anak perempuan, bentuk bangunannya persegi dan letaknya ada di timur rumah.
5. Bale Dauh
Ruang tamu dari rumah tradisional Bali, namun terkadang ruangan ini juga diguankan sebagai tempat tidur anak laki-laki.
6. Bale Sekapat
Fungsinya adalah tempat kumpul keluarga. dan biasanya pada bangunan ini terdapat ciri khas yakni memiliki 4 tiang penyangga.
7. Pura Keluarga
Pura keluarga adalah bagian dari rumah adat bali yang digunakan sebagai tempat ibadah. Bangunan ini diklaim wajib dimiliki pada rumah adat Bali meski ukurannya kecil.
8. Pawaregan
Pawaregan adalah bagian dari rumah adat Bali yang dibuat sebagai tempat memasak dan menyimpan peralatan masak. Bangunannya ada di selatan rumah.
9. Lumbung
Lumbung menjadi bagian dari rumah tradisional Bali yang berguna untuk menyimpan bahan makanan pokok seperti beras atau jagung.
10. Klumpu
Terakhir ada Klumpu yang digunakan sebagai tempat menyimpan gabah mentah setelah dijemur. Bangunan ini biasa terbuat dari kayu serta atap jerami kering.
Mau rekomendasi warna cat rumah yang sejuk? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.
Ingin Tambah Dekorasi Dinding Alami? Pakai Mevvah Fluted Wood Panel

Untuk anda yang terinspirasi dari keindahan dan kehangatan rumah adat Bali, Anda juga bisa menambahkan sentuhan alami pada interior rumah dengan cara menggunakan Mevvah Fluted Wood Panel, sebuah panel berbentuk vertikal dengan motif kayu alami yang natural dan hangat.
Produk ini dirancang menyerupai tekstur kayu alami namun dengan ketahanan yang lebih baik. Terbuat dari material berkualitas tinggi, Mevvah fluted wall panel memiliki ketahanan yang baik terhadap air karena memiliki kandungan plastik pada materialnya.
Selain itu, fluted wood panel dari Mevvah juga ramah lingkungan karena terbuat dari material campuran kayu dan plastik yang mudah terurai oleh alam. Adapun untuk pemasangannya juga tidak rumit, Anda bisa menggunakan lem atau klip khusus yang banyak dijual di toko online.
Tertarik menggunakan fluted wood panel dari Mevvah untuk membuat rumah Anda terlihat lebih asri dan nyaman? Jika iya, segera hubungi kami untuk mendapatkan informasi seputar katalog warna dan harga lengkapnya.
